Hendak ku makan buah selasih, buah yang tumbuh ditepi sungai.
Hanya padamu kasih, yang selalu menjadi hatiku damai.
Pandainya si bujang merangkai kata, pandai pula si gadis merangkai bunga.
Mudahnya dikau mengatakan cinta, bisanya hanya membuat pria merana.
Ku sangka madu, ternyata liur buaya.
Hatiku sangat merindu, sampai badan lemas tak berdaya.
Terkenang dimasa perang, bersujud dibatu nisan.
Orang tersayang tak kembali pulang, tinggal kesedihan dan kenangan.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking